Tips Mengobati Kanker Kelenjar Getah Bening
Apapun jenis kanker pastinya sangat mengerikan, salah satunya kanker kelenjar getah bening. Untuk itu saya akan memberikan
tips mengobati kanker kelenjar getah bening, bagaimanakah caranya..? Tunggu dulu, sebelum membahas
tips mengobati kanker kelenjar getah bening, alangkah baiknya kita mengenal terlebih dahulu apa itu kanker kelenjar getah bening..?
Kanker Kelenjar Getah Bening
Limfoma atau
Kanker Kelenjar Getah Bening
adalah tipe kanker yang menyerang sel darah putih dan terkumpul dalam
kelenjar getah bening. Sel tersebut cepat menggandakan diri dan tumbuh
secara tidak terkontrol. Limfoma Non Hodgkin sering disingkat jadi LNH.
Karena limfosit bersirkulasi ke seluruh tubuh, maka selain di
kelenjar getah bening tempat yang paling sering terkena Limfoma adalah
limpa dan sumsum tulang. Selain itu bisa terbentuk di perut, hati atau
yang jarang sekali di otak. Seringkali lebih dari satu bagian tubuh
terserang oleh penyakit ini. Limfoma pada otak atau urat saraf tulang
belakang disebut limfoma susunan saraf pusat (SSP).
Penyakit Limfoma dapat menyerang di segala usia, namun lebih sering menyerang usia tua 65 tahun.
Gejala Kanker Kelenjar Getah Bening
Gejala pada Limfoma secara fisik dapat timbul benjolan yang kenyal,
tidak terasa nyeri, mudah digerakkan, dan tidak ada tanda-tanda radang.
Hal ini dapat segera dicurigai sebagai Limfoma non-Hodgkin. Namun ,
tidak semua benjolan yang terjadi di sistem limfatik merupakan Limfoma.
Bisa saja benjolan tersebut hasil perlawanan kelenjar limfa dengan
sejenis virus atau mungkin tuberkulosis limfa.
Terdapat 3 gejala spesifik pada Limfoma :
– Demam berkepanjangan dengan suhu lebih dari 38 oC
– Sering keringat malam
– Kehilangan berat badan lebih dari 10% dalam 6 bulan
Penyebab
Tidak ada bukti adanya faktor keturunan yang berhubungan dengan
kasus-kasus limfoma non Hodgkin. Penyebab pasti dari penyakit Limfoma
sampai saat ini belum diketahui. Namun ada beberapa faktor yang
menunjang penyakit ini , seperti terkena :
1. Beberapa infeksi seperti HIV/AIDS, leukemia, dan Epstein-Barr virus (EBV)
Orang dengan HIV positif lebih mungkin mengidap Limfoma non Hodgkin dari
pada orang lainnya. Virus Epstein-Barr adalah virus yang umum,
menyerang kebanyakan orang pada suatu waktu tertentu dalam masa
hidupnya, dan mengakibatkan infeksi singkat atau demam glandular. Akan
tetapi, dalam sejumlah kecil kasus ekstrim, ia dikaitkan dengan Limfoma
Burkitt dan bentuk limfoma non Hodgkin yang berhubungan dengan
imunosupresi.
Limfoma Burkitts adalah bentuk sangat agresif dari Limfoma non Hodgkin.
Pengobatan harus agresif dan umumnya melibatkan pengobatan yang
ditujukan pada susunan saraf pusat ditambah regimen kemoterapi
intravena. Pasien seringkali diberikan kemoterapi intensif yang
melibatkan banyak obat, dan perlu dirawat di rumah sakit selama
pengobatannya. Meski demikian, mayoritas pasien yang berusia lebih muda
dengan bentuk penyakit ini dapat disembuhkan.
2. Penyakit dan obat-obatan yang dapat melemahkan sistem kekebalan.
Setelah anda mengetahui gejala dan penyebab kanker kelenjar getah
bening, alangkah baiknya untuk mulai merubah pola hidup anda menjadi
lebih baik dan sehat dan mengikuti
tips mengobati kanker kelenjar getah bening.
Dengan olahraga yang teratur akan mendukung kebugaran jasmani sehingga
anda dapat terhindar dari penyakit. Namun selain olahraga ada juga
faktor lainnya yaitu pantangan makanan yang harus di hindari sebagai
berikut :
1. Sayur-sayuran
Tauge mengandung zat yang mendorong pertumbuhan sel kanker.
Sawi putih dan kangkung mengurangi efektivitas kerja obat.
Cabai merangsang aktifitas bawah sadar sehingga menurunkan jumlah oksigen dalam tubuh.
2. Buah-buahan
Lengkeng dan nangka mengandung zat tumbuh bagi sel kanker.
Durian, duku, nanas, dan anggur menghasilkan alkohol sehingga merangsang berkembangnya sel kanker.
Minuman ringan atau soft drink bersifat karsinogen.
Es atau minuman dingin mengganggu kelancaran peredaran darah.
Alkohol merangsang aktivitas bawah sadar sehingga jumlah oksigen dalam tubuh menurun.
3. Daging dan Ikan Asin
Daging (sapi, kerbau, kambing, babi) memfasilitasi pertumbuhan sel yang tidak normal.
Ikan asin yang diolah dari bahan tidak segar mengalami penguraian
sehingga menjadi bahan allergen yang mengundang reaksi imunitas tubuh.
Akibatnya, tubuh akan merasa meriang, gatal-gatal, dan bengkak.
Sementara itu, bagi penderita kanker akan timbul reaksi berdenyut-denyut
dan timbul rasa nyeri di bagian tubuh yang terkena kanker. Selanjutnya
karena ada gangguan permeabilitas (penyerapan air) jaringan tubuh,
permukaan luka akan tampak basah, benyek, dan kadang-kadang terjadi
perdarahan. Yang lebih memprihatinkan, beberapa produsen pengolah ikan
sering menambahkan formalin atau bahan pengawet mayat, bukan pengawet
makanan. Formalin ini bersifat hepatotoksik atau racun bagi organ hati,
sehingga semakin lama mengganggu sistem kerja sel dan jaringan yang
akhirnya memicu kanker.
4. Makanan yang Diawetkan
Makanan awetan mengandung senyawa kimia yang dapat berubah menjadi karsinogen aktif.
Makanan yang dibakar,bagian yang gosong atau hangus mengandung zat karsinogen
5. Sea food
Udang, kerang, kepiting, cumi mengandung kandungan lemak tinggi.
Penderita kanker atau tumor harus mengurangi makanan yang mengandung
lemak tinggi karena bisa merangsang berkembangnya sel kanker.
6. Daging Unggas
Biasanya untuk memacu pertumbuhan ternak atau unggas digunakan
obat-obatan kimia termasuk hormon yang disuntikkan ke dalam tubuh hewan
sehingga bobot ternak atau unggas cepat meningkat. Suntikan hormon yang
diberikan pada ternak mirip hormon anabolic pada manusia. Hormon ini
diduga memicu kanker prostat dan kanker kelenjar.
7. Buah-buahan
Durian, nangka, lengkeng, nanas, duku dan anggur bila sangat matang
mengandung alkohol yang bisa memicu berkembangnya sel kanker.
Aneka pantangan makanan tersebut diharapkan tidak membuat pasien takut
makan. Penderita kanker harus mengkonsumsi makanan yang bergizi tinggi (
4 sehat 5 sempurna ) dan boleh makan enak namun hendaknya dipilih yang
aman. Bagi anda yang menderita kanker/tumor/kista/myom, silahkan
dipertimbangkan untuk mau mentaati atau tidak pantangan makanan
tersebut.